"Organisasi yang hebat bukanlah organisasi yang semua orang mengerjakan semua hal, tetapi organisasi yang setiap orang menyelesaikan amanahnya dengan penuh tanggung jawab."
Mengapa Banyak Organisasi Berjalan Lambat?
Tidak sedikit organisasi yang memiliki orang-orang cerdas, berpengalaman, dan penuh semangat. Namun anehnya, organisasi tersebut justru sering dipenuhi konflik, pekerjaan terlambat, rapat yang panjang tetapi minim hasil, bahkan muncul rasa tidak nyaman di antara para pengurus.
Masalahnya sering kali bukan karena kurangnya sumber daya manusia.
Masalahnya adalah tidak adanya ketertiban dalam menjalankan tugas dan wewenang.
Ada pengurus yang terlalu banyak mencampuri pekerjaan bidang lain.
Ada yang mengambil keputusan di luar kewenangannya.
Ada yang sibuk mengoreksi pekerjaan orang lain, sementara tugasnya sendiri belum selesai.
Ada pula yang merasa semua pekerjaan harus melewati dirinya.
Akibatnya, organisasi kehilangan arah. Bukan karena kurang orang, tetapi karena setiap orang berjalan di jalurnya sendiri.
Padahal organisasi dibangun bukan hanya dengan semangat, tetapi juga dengan sistem, disiplin, dan saling menghormati amanah yang telah disepakati.
Organisasi yang Sehat Dibangun dengan Pembagian Tugas
Dalam setiap organisasi, pembagian tugas bukan sekadar formalitas administrasi.
Job description dibuat agar setiap orang mengetahui:
apa yang menjadi tanggung jawabnya,
apa yang menjadi kewenangannya,
kepada siapa ia bertanggung jawab,
dan batas mana yang harus dihormati.
Ketika setiap pengurus bekerja sesuai porsinya, organisasi menjadi lebih cepat, lebih rapi, dan lebih mudah dievaluasi.
Sebaliknya, ketika semua orang ingin mengerjakan semuanya, justru tidak ada pekerjaan yang benar-benar selesai dengan baik.
Bayangkan sebuah kapal.
Nahkoda memiliki tugas mengarahkan perjalanan.
Juru mesin menjaga mesin tetap bekerja.
Navigator menentukan arah.
Jika semuanya berebut menjadi nahkoda, siapa yang menjaga mesin?
Jika semuanya turun ke ruang mesin, siapa yang mengendalikan kapal?
Kapal akan kehilangan keseimbangan.
Begitu pula organisasi.
Bahaya Tidak Tertib terhadap Job Description
Salah satu penyebab utama konflik organisasi adalah tidak menghormati pembagian tugas.
Awalnya mungkin terlihat sepele.
Niatnya ingin membantu.
Namun lama-kelamaan berubah menjadi kebiasaan mengambil alih pekerjaan orang lain.
Akibatnya mulai muncul berbagai persoalan.
Pengurus yang memiliki tugas merasa tidak dipercaya.
Keputusan menjadi tumpang tindih.
Tanggung jawab menjadi kabur.
Evaluasi menjadi sulit karena tidak jelas siapa yang mengerjakan dan siapa yang bertanggung jawab.
Yang lebih berbahaya, budaya saling menyalahkan mulai tumbuh.
Ketika hasilnya buruk, semua merasa bukan dirinya yang bertanggung jawab.
Karena sejak awal batas pekerjaan sudah tidak jelas.
Ketika Membantu Berubah Menjadi Mengambil Alih
Membantu tentu merupakan sikap yang mulia.
Namun membantu berbeda dengan mengambil alih.
Membantu dilakukan ketika diminta atau ketika memang diperlukan, tetap menghormati penanggung jawabnya.
Sedangkan mengambil alih berarti masuk ke wilayah orang lain tanpa koordinasi, tanpa komunikasi, bahkan terkadang mengubah keputusan yang telah dibuat.
Inilah yang sering memicu ketegangan.
Pengurus merasa wilayah kerjanya diintervensi.
Kepercayaan mulai berkurang.
Semangat bekerja menurun.
Akhirnya organisasi kehilangan kekompakan.
Bantuan yang tidak disertai adab justru dapat melukai hubungan antaranggota.
Dampak Buruk Jika Semua Orang Masuk ke Semua Bidang
Organisasi yang tidak tertib biasanya menunjukkan gejala-gejala yang mudah dikenali.
Pertama, rapat semakin banyak tetapi keputusan semakin sedikit.
Kedua, muncul kelompok-kelompok kecil yang saling mendukung pendapatnya sendiri.
Ketiga, pekerjaan menjadi lambat karena terlalu banyak campur tangan.
Keempat, pengurus yang kompeten kehilangan motivasi karena merasa tidak diberi ruang bekerja.
Kelima, regenerasi berhenti karena anggota baru tidak pernah diberi kesempatan belajar memikul tanggung jawab.
Dalam jangka panjang, organisasi menjadi bergantung pada segelintir orang.
Ketika mereka tidak ada, organisasi ikut melemah.
Ini adalah tanda bahwa sistem tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Organisasi Tidak Membutuhkan "Pahlawan Tunggal"
Ada orang yang merasa semua masalah harus diselesaikan olehnya.
Semua keputusan harus melalui dirinya.
Semua pekerjaan harus ia ketahui.
Sekilas terlihat sebagai bentuk kepedulian.
Namun jika terus berlangsung, organisasi justru kehilangan kemandirian.
Pemimpin yang baik bukanlah orang yang mengerjakan semua pekerjaan.
Pemimpin yang baik adalah orang yang mampu membangun tim sehingga setiap pengurus berkembang sesuai amanahnya.
Keberhasilan organisasi tidak diukur dari seberapa sibuk satu orang bekerja, tetapi dari seberapa banyak anggota yang mampu bekerja dengan baik.
Solusi Membangun Organisasi yang Tertib
Organisasi yang sehat memerlukan komitmen bersama untuk menjaga sistem yang telah disepakati.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
Pertama, memperjelas job description.
Setiap pengurus harus memahami secara rinci tugas, target, wewenang, dan tanggung jawabnya.
Tidak cukup hanya tertulis dalam struktur organisasi, tetapi juga dipahami bersama.
Kedua, membangun budaya komunikasi.
Jika ingin membantu bidang lain, lakukan melalui koordinasi.
Sampaikan ide.
Berikan masukan.
Hormati penanggung jawabnya.
Komunikasi yang baik akan menghindarkan kesalahpahaman.
Ketiga, memperkuat budaya saling percaya.
Ketika amanah telah diberikan kepada seseorang, berikan pula ruang untuk menjalankannya.
Kesalahan adalah bagian dari proses belajar.
Jangan setiap keputusan langsung diambil alih.
Keempat, lakukan evaluasi secara berkala.
Evaluasi bukan untuk mencari siapa yang salah.
Evaluasi dilakukan agar sistem semakin baik.
Yang dievaluasi adalah proses, hasil, dan solusi.
Bukan menyerang pribadi.
Cara yang Benar dalam Berorganisasi
Organisasi yang profesional dibangun di atas tiga prinsip.
Pertama, amanah.
Setiap orang bertanggung jawab penuh terhadap tugasnya.
Ia tidak menunggu disuruh.
Ia bekerja karena merasa bertanggung jawab.
Kedua, sinergi.
Setiap bidang saling mendukung, bukan saling mengambil alih.
Kolaborasi lahir dari rasa saling menghargai.
Bukan dari keinginan menguasai.
Ketiga, disiplin terhadap sistem.
Sistem dibuat agar organisasi berjalan meskipun suatu saat terjadi pergantian pengurus.
Organisasi yang hanya bergantung pada individu akan rapuh.
Sebaliknya, organisasi yang bergantung pada sistem akan bertahan lebih lama.
Orang boleh berganti.
Kepengurusan boleh berubah.
Tetapi budaya kerja yang baik harus tetap hidup.
Penutup
Organisasi bukan tempat menunjukkan siapa yang paling hebat.
Organisasi adalah tempat menyatukan kemampuan banyak orang untuk mencapai tujuan yang tidak mungkin dicapai sendirian.
Karena itu, hormatilah amanah masing-masing.
Kerjakan tugas sendiri dengan sebaik-baiknya.
Bantulah bidang lain dengan adab dan koordinasi.
Jangan mengambil hak kerja orang lain.
Jangan merasa paling mampu.
Dan jangan membangun organisasi berdasarkan ego pribadi.
Sebab organisasi yang besar bukan dibangun oleh orang-orang yang ingin menjadi pusat perhatian.
Melainkan oleh orang-orang yang bersedia bekerja dengan tertib, saling percaya, dan saling menguatkan.
Renungan Organisasi
"Jabatan bukanlah hak untuk mengatur semua orang, tetapi amanah untuk menyelesaikan tugas yang menjadi tanggung jawabnya."
"Organisasi akan kehilangan kekuatannya ketika setiap orang sibuk mengerjakan tugas orang lain, sementara tugasnya sendiri terbengkalai."
"Membantu adalah akhlak yang mulia, tetapi membantu harus tetap menghormati sistem. Sebab organisasi yang kuat lahir dari kolaborasi, bukan dari saling mengambil alih."
"Kehebatan sebuah organisasi tidak diukur dari banyaknya orang yang berbicara, tetapi dari banyaknya amanah yang diselesaikan dengan disiplin, profesional, dan penuh tanggung jawab."
.jpg)


0Komentar